Selasa, 18 Juni 2013

TUGAS KELOMPOK CHAPTER 1 : Information Systems in Global Business Today

CONTOH KASUS : WHAT IS THE BUZZ ON SMART GRIDS?


Infrastruktur listrik yang ada di Amerika Serikat sudah using dan tidak efisien. Perusahaan energy fokus untuk menyediakan energy kepada konsumen, tapi tidak memberikan informasi tentang bagaimana konsumen menggunakan energy, sehingga sulit untuk mengembangkan distribusi yang efisien. Solusi pintar dari smart grid, memberikan listrik dari pemasok ke konsumen menggunakan tekhnologi digital untuk menghemat energy, mengurangi biaya, dan meningkatkan keandalan dan transparansi. Smart grid memungkinkan informasi mengalir bolak – balik antara penyedia tenaga listrik dan rumah tangga untuk memungkinkan konsumen dan perusahaan energy untuk membuat keputusan yang lebih cerdas mengenai konsumsi energy dan produksi.
Informasi dari smart grid akan menunjukkan utilitas kapan harus menaikan harga ketika permintaan tinggi dan menurunkan ketika permintaan berkurang. Smart grid juga akan membantu konsumen yang menggunakan kapasitas listrik yang tinggi untuk menggunakan peralatan listrik seperti alat pemanas dan pendingin udara untuk mengurangi konsumsi selama masa puncak penggunaan. Jika diterapkan secara nasional, pendukung smart grid percaya, akan menghemat 5% - 15% konsumsi energy. Keuntungan lain dari smart grid adalah kemampuan mereka untuk mendeteksi sumber listrik padam lebih cepat dan tepat di tingkat rumah tangga individu. Dengan informasi yang tepat seperti, utilitas akan dapat menanggapi masalah layanan lebih cepat dan efisien. Mengelola informasi yang mengalir dalam smart grid membutuhkan tekhnologi jaringan dan switch untuk manajemen daya, perangkat sensor, dan pemantauan untuk melacak penggunaan energy dan tren distribusi.
Jika konsumen memiliki display dirumah, menunjukkan berapa banyak energy yang mereka konsumsi setiap saat dan harga energy itu, sehingga mereka dapat menghemat konsumsi dan mengurangi biaya. Rumah terinstalisasi thermostat bisa menyesuaikan secara otomatis, tergantung pada biaya tenaga, dan bahkan mendapatkan listrik dari sumber non konvensional, seperti atap panel surya.
Proyek smart grid yang menarik perhatian seperti Smart Grid City di Boulder, Colorado. Smart Grid City merupakan kolaborasi antara Xcel Energi Inc dan warga Boulder untuk memantau kelangsungan hidup smart grid pada skala yang lebih kecil. Konsumen dapat memeriksa besaran konsumsi dan biaya secara online. Smart Grid City juga berusaha untuk mengubah rumah menjadi “pembangkit listrik mini” menggunakan tenaga surya kemasan baterai “listrik TiVo” yang berfungsi sebagai cadangan listrik.

1.        Bagaimana smart grid berbeda dari arus infrastruktur kelistrikan di Amerika Serikat?
2.         Apa isu manajemen, organisasi, dan tekhnologi yang harus dipertimbangkan ketika mengembangkan smart grid?
3.         Apa tantangan untuk pengembangan smart grid menurut anda yang paling mungkin untuk menghambat pembangunan mereka?
4.         Apa di daerah lain infrastruktur ini bisa diterapkan?

Jawaban Study Kasus :

1.        Infrastruktur listrik yang ada di Amerika Serikat tidak efisien, karena hanya berfokus untuk menyediakan energy kepada konsumen dengan tidak memberikan informasi tentang bagaimana konsumen menggunakan energy, sehingga sulit untuk mengembangkan distribusi yang efisien. Sedangkan teori smart grid , memberikan listrik dari pemasok ke konsumen menggunakan tekhnologi digital untuk menghemat energy, mengurangi biaya, dan meningkatkan keandalan dan transparansi. Smart grid memungkinkan informasi mengalir bolak – balik antara penyedia tenaga tenaga listrik dan rumah tangga untuk memungkinkan konsumen dan perusahaan energy untuk membuat keputusan yang lebih cerdas mengenai konsumsi energy dan produksi. Secara infrastruktur hal yang membedakan smart grid dengan kelistrikan di Amerika Serikat bahwa dalam mengelola informasi yang mengalir dalam smart grid membutuhkan tekhnologi jaringandan switch untuk manajemen daya, perangkat sensor, dan pemantauan untuk melacak penggunaan energy dan tren distribusi.
2.       Dalam mengembangkan smart grid, dari sisi manajemen yang perlu dipertimbangkan adalah melihat tantangan bisnis di lingkungan; untuk mengatur strategi organisasi dalam merespon tantangan – tantangan pengembangan smart grid, yakni merubah infrastruktur lama dan butuh biaya yang besar, mengemas infrastruktur bertekhnologi tinggi dan rumit agar dapat digunakan oleh masyarakat secara menyeluruh, dari segi struktur organisasi pada bagian struktur dimana manajemen senior perlu membuat keputusan strategis jangka panjang tentang bagaimana seharusnya smart grid dapat menjalankan manfaatnya yakni efisiensi energy. Manajemen tingkat menengah melaksanakan program dan rencana manajemen senior dan manajemen operasional bertanggung jawab untuk memantau pelaksanaan system smart grid. Pekerja pengetahuan seperti insinyur, ilmuwan, atau arsitek perlu melakukan riset dan penelitian secara berkesinambingan terhadap tekhnologi smart grid sehingga semakin efisien. Pekerja data, seperti sekertaris, akuntan, perlu mengembangkan kemampuan dalam mengelola tekhnologi informasi, karena hal tersebut adalah hal yang baru.
3.        Tantangan terbesar dalam pengembangan smart grid adalah biaya tinggi dan kemampuan masyarakat dalam menerima tekhnologi yang menurut mereka membingungkan, serta kesediaan untuk menghemat energy listrik.
4.        Salah satu daerah yang mulai menerapkan tekhnologi smart grid adalah Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Sistem tenaga listrik ini menjadi yang pertama di Indonesia yang mengintegrasikan dan mengatur pemanfaatan berbagai pembangkit listrik energy terbarukan, baik energy surya, angin, air, biomassa, dan diesel. System ini ditujukan untuk mengurangi penggunaan bahan bakar diesel khususnya di wilayah Sumba Barat Daya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar